Tampilkan postingan dengan label Research and Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Research and Development. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2008

Dan akhirnya...

Kemarin ada yg tanya saya, bagaimana kelanjutan dari cerita krupuk "home-made" spesial matahin sutil. Hehehe...sebenernya udah basi untuk dibahas sih, tapi sejujurnya akan saya buka sekarang. Bahwa ternyata tidak disangka-sangka sungguh tak terduga (halah!)krupuk buatan tersebut gagal total. Pinggiran krupuk mengeras tapi tengahnya belum dan masih berwarna buram matang, wah wah wah..padahal kita sudah buat lenjeran banyak banget. Sayangnya tidak ada pengambilan gambar dari hasil krupuk tersebut sebagai bukti otentik kegagalan pembuatan krupuk episode I.Tapi tak mengapa, kami tetap semangat untuk bisa membuat krupuk khas, saat ini sih lagi mengumpulkan data riset (alesan klise dari males).Hehehe...tapi jangan salah, kami juga sudah melakukan inovasi dari menu kami dengan membuat menu baru: tahu kipas ala nona. Dalam waktu dekat ini kami juga sedang menggodok kemungkinan adanya menu tambahan untuk pisang dan juga tahu. Kalau ada yang punya ide kami sangat senang menerimanya, dan bila bisa diimplementasikan pastinya ada rewards lho :). Tenang saja, persediaan sutil kami masih cukup banyak kok :D.

Senin, 01 Oktober 2007

Krupuk tahu

Kemarin lalu kita mencoba untuk membuat varian baru dari tahu, kita coba buat krupuk tahu!
Awalnya karena lihat proses pembuatan krupuk di tv, jadi pengen coba-coba buat krupuk tahu. So, dengan pede Dina saya suruh utk mengiris-iris tahu kami dan mengangin-anginkannya. Hasilnya?? Gagal total…hehehehe…ya iyalah secara buat krupuk kok ngawur..asal banget..masa kalo dijemur langsung jadi krupuk.
Tanpa putus asa, coba-coba browsing di internet dan ketemulah 2 resep krupuk. Ohhh..ternyata pakai tepung tapioka rekan-rekan. Jadi kami buatlah campuran tepung tapioka dengan tahu plus bumbu-bumbu penyedap lainnya. Nggak banyak sih, karena tahu kami kan sudah ada berbumbu. Campuran selesai dibuat, dan mulailah kami mengaduk-ngaduk adonan tersebut. Nah ini dia, tantangan dimulaiii…bener-bener berat mengaduk-aduk adonan tersebut, karena adonan harus diaduk sampai padat dan kompak. Aduk..aduk…aduk…Krakkk…:( salah satu sutil andalan Dina patah. Ya gara-gara terlalu semangat mengaduk sampai sutilnya patah. Setelah hampir 20 menit aduk aduk, selesailah adonan tersebut. Dibagi-bagi menjadi 3 lenjer dan mulailah dikukus dalam 2 panci yang berbeda karena lenjerannya cukup besar.
Tunggu punya tunggu….laahhhhh kok bau gosong yaaa??? Huwaa….ternyata beneran 2 adonan kami gosong!! Yah…tersisalah 1 adonan yang berhasil dikukus. Selanjutnya, diangin-angin bentar, dan setelah dingin, siap-siap kita potong.
Ternyata, tantangan ini nggak kalah beratnya. Pemotongan dilakukan sambil melet-melet (hehehe rada hiperbolis) saking lenturnya adonannya. Ffiuuuhh….menjalani proses ini, benar-benar memperlihatkan kepada kita bahwa buat krupuk tuh nggak mudah. Appreciate all the chipsmaker/krupukmaker.
Sekarang, kita lagi nungguin krupuk basah yang lagi dijemur untuk 2-3 hari. Semoga hasilnya bagus…

Harap-harap cemas..